SEMANGAT
TINGGI, ATLET MUDA BADMINTON
Rofikotul
Husna
Ketika semua orang sibuk
dengan aktivitasnya, di saat itu lahir seorang bayi laki-laki, tepat 15 tahun yang lalu.
Adriyansyah Hamdani, begitu nama lengkap remaja itu dan akrab dipanggil Dani, ia
lahir di Desa Karang Tengah, Kec. Serba Jadi, Kab. Serdang bedagai tanggal 21 desember 2000. Hadir ke dunia sebagai
anak ke dua dari tiga bersaudara. Buah hati pasangan M.Hidayat dan Sayani ini berhasil membuat
bangga orang tuanya disetiap pertandingannya.
Di saat penulis
mewawancarai Dani di Gedung PBSI yang berada Jl. Gedung PBSI Medan State, Kota Medan, Senin 28
september 2015, peserta Badminton ini sangat bersemangat menceritakan tentang
hidupnya. Sejak kecil ia sangat terobsesi ingin menjadi seorang pemain
Badminton, bahkan sebelum mengikuti latihan serius ia selalu mengajak orang tua
dan kakaknya untuk bermain Badminton di halaman rumahnya yang tidak terlalu
lebar. Ia mengungkapkan kalau atlet favoritnya adalah Alan Budikusuma, sang
legenda Badminton Indonesia. Ia ingin sekali mengikuti jejaknya. “dulu kalau
main Badminton di halaman rumah, karena belum ikut latihan serius. Inginnya
seperti Om Alan Budikusuma,” ujarnya dengan polos.
Saat
kelas tiga SD dani dan keluarganya pindah rumah ke serdang bedagai, tempat
tinggalnya sekarang. Disinilah awal semua hobinya tersalurkan. Sudiono, Abang
dari ibunya, tepatnya uwaknya merupakan pemain badminton di kampungnya, beliau
juga memiliki lapangan badminton dibelakang rumahnya. Mengetahui hal itu, Dani
meminta kepada ibunya untuk ikut latihan setiap malam di tepat uwaknya. Namun,
ibunya tidak setuju karena malam latihan itu adalah malam sekolah. Tak habis
akal, Dani segera mengatakan kepada uwaknya kalau ia tidak dapat latihan setiap
malam sekolah. Dan akhirnya uwaknya mengajaknya untuk latihan di Dolok Masihul
bersama anak-anaknya setiap jam 3 sore. Dengan tekun ia mejalani latihannya,
meskipun begitu tugas utamanya sebagai seorang pelajar tetaplah dijalani. Ia
mampu membagi waktunya dengan baik.
Keseriusannya
untuk mewujudkan cita-citanya memang tidaklah mudah, beberapa kali di setiap
pertandingan ia selalu kalah. “tidak setiap pertandingan dani menang kak,
beberapa kali dani kalah, kadang lawannya tidak seimbang, terkadang karena
faktor dari dani sendiri. Tapi dani tetap semangat kak, karena dani juga menang
kalau bertanding.” Jelasnya dengan senyum yang mengembang.
Melanjutkan
pendidikannya, Dani masuk ke MTs.N Dolok Masihul. Disini ia juga di amanahkan
mewakili sekolahnya untuk ikut Porseni sebagai perwakilan dari sekolahnya untuk
bidang Badminton di ganda pemula putra bersama Faisal, teman latihannya.
Dimulai dari antar sekolah, antar kecamatan, antar kabupaten, hingga akhirnya
antar provinsi. Tak berhenti sampai disitu, mereka juga berhasil sampai
ketingkat nasional.
Selain
itu, dani juga sering ikut pertandingan besar antara lain Sirkuit Nasional,
Biskuat Cup, Kejurda, Kejurprov, dan lain-lain. Beberapa piala juga bertengger
di meja hias yang berada dirumahnya.
Dan
baru-baru saja ia berhasil meraih juara 3 bersama pasangan gandanya, di
Kejuaran provinsi untuk ganda pemula putra yang di adakan dari tangga 28
sept-02 okt 2015 di gedung PBSI Medan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar